April 17, 2014

Peluang Usaha Franchise / Waralaba Laundry Kiloan Profesional Terbesar Di Indonesia

         Peluang Usaha Franchise / Waralaba Laundry Kiloan Profesional Terbesar Di IndonesiaBeberapa tahun terakhir ini marak sekali bisnis laundry kiloan, bisnis ini sangat membantu terutama bagi mahasiwa yang kost, karena dengan ada nya laundry kiloan ini para mahasiswa dapat menghemat waktu dan tentunya biaya untuk mencuci pakaian mereka. Tidak hanya para mahasiswa yang kost, jas laundry kiloan ini juga sering di gunakan oleh rumah tangga, industri, perhotelan, rumah makan, perkantoran,dan segala bisnis yang berkaitan dengan konveksi. Dengan begitu banyaknya orang yang memanfaatkan jasa laundry kiloan ini tentunya bisnis laundry kiloan ini sangat menjanjikan.

        Bagi anda yang tertarik dengan bisnis laundy kiloan ini, anda bisa membangun bisnis ini sendiri dari mulai nol, tapi tentunya itu akan menyulitkan anda dalam promosi karena terlalu banyak bisnis laundry kiloan seperti ini. Untuk mempermudah anda, anda bisa bergabung dengan salah satu franchise yang bergerak di bidang laundry kiloan, banyak franchise seperti ini bertebaran diluar sana, tapi diantara sekian banyak franchise yang bertebaran, Simply Fresh Laundry & Wet Cleaning adalah franchise yang terbaik, karena Simply Fresh Laundry adalah waralaba laundry kiloan profesional terbesar di Indonesia.

Mengapa Simply Fresh Laundry ?


        SimplyFresh Laundry merupakan pioner dan trend setter untuk usaha laundry kiloan profesional di Indonesia, terbukti dengan berbagai penghargaan yang diraihnya. Brand Simply Fresh Laundry sudah dikenal masyarakat luas dan membuat tingkat kepercayaan masyarakat tinggi. Berbagai penghargaan pun berhasil diraihnya, tak kurang 26 penghargaan baik dari Nasional maupun Internasional.         

        Selain itu ada pula nilai lebih dari Simply Fresh Laundry ini yang merupakan pertama di indonesia, nilai lebih itu diantara lain, penggunaan software komputer khusus laundry dan barcode scanner, layanan express 4 jam jadi, pilihan 7 aroma pewangi , detergen ramah lingkungan, layanan drive thru, buka 24 jam (outlet tertentu), Count Sensor Clothing, Digital Scales Connected Computer, Packaging eksklusif, dan lainnya yang terus di riset oleh divisi research development SimplyFresh Laundry.

        SimplyFresh Laundry juga memiliki peluang usaha laundry kiloan profesional dengan start up cost yang terjangkau. Hanya dengan 109 juta Anda sudah bisa memulai bisnis ini dengan banyak fasilitas pendukung. Paket investasi sudah kami rancang sedemikian rupa untuk memberikan performance maksimal didalam pelayanan. Jadi bukan karena kami lebih mahal, tetapi demi keuntungan jangka panjang yaitu orientasi kepuasan pelanggan. Namun yang terjadi sekarang banyak para pemain baru follower franchise/kemitraan di bisnis ini tidak sampai memikirkan sampai sedetil ini, menawarkan yang penting “Murah” namun berujung pada keadaan hanya bisa membuka usaha laundry kiloan tanpa memikirkan survive ke depan. Teliti di dalam menentukan pilihan investasi, karena pilihan anda menentukan kesuksesan anda.

        Belum berhenti sampai di situ, Simply Fresh Laundry masih memiliki keuntungan lain yaitu, Simply Fresh Laundry memiliki sistem SOP yang teruji dan mudah diaplikasikan. Tidak diperlukan pendidikan khusus dan bisa dijalankan oleh siapa saja yang punya semangat dan disiplin. Sistem SOP yang dijalankan telah berhasil membawa ratusan mitra kami mencapai kesuksesan.

        Anda takut tersaingi oleh pemain lain di bisnis ini ? jangan! Karena Simply FreshLaundry memiliki team Research & Developmet yang terdiri dari orang-orang yang ahli dibidangnya, ditambah adanya konsultan serta coach profesional Amerika, dimana tidak dimiliki oleh pemain lain di bisnis ini. Kami menyadari bahwa harus menginvestasikan kembali setiap keuntungan yang kami peroleh untuk pengembangan perusahaan. Semua demi membuat Simply Fresh Laundry beserta seluruh stake holder (termasuk franchisee) meraih kesuksesan bersama menjadi perusahaan laundry terkemuka tidak hanya di Indonesia namun juga dunia pada nantinya.

        Masih banyak keuntungan lain yang ditawarkan oleh Simply Fresh Laundry, tapi yang terpenting adalah bisnis ini sesusai dengan syariat Islam, bagi umat muslim tentu menginginkan menjalankan bisnis franchise sesuai syariat Islam. Kami manajemen Simply Fresh Laundry telah berkonsultasi dengan pakar dibidang Ekonomi Islam dimana Perjanjian Kerjasama kami telah sesuai menurut kaedah yang berlaku.



Jika anda tertarik anda bisa klik link berikut ini : www.simplyfreshlaundry.com

October 15, 2013

Jaringan Komputer (Client & server)

Client merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server sedangkan server ialah, sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta olehclient. Client – Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan. Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi. Adapun beberapa perbedaan karakteristik client – server yaitu :

1.      Service (Layanan)
-          Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda.
-          Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya.
-          Server sebagai provider, client sebagai konsumen.

2.      Sharing resources (Sumber daya)
Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.

3.      Asymmetrical protocol (Protokol yang tidak simetris )
Many–to–one relationship antara client dan server. Client selalu menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.

4.      Transparasi Lokasi
Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.

5.      Mix – and – Match
Perbedaan server client platforms

6.      Pemisah Interface dan Implementasi
Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.

Berikut adalah jenis – jenis server yang banyak dibuat dan digunakan :

1.      File Server
-          File server vendors mengklaim bahwa mereka pertama menemukan istilah client-server.
-          Untuk sharing file melalui jaringan.

2.      Database Server
-          Client mengirimkan SQL requests sebagai pesan pada database server,selanjutnya hasil perintah SQL dikembalikan.
-          Server menggunakan kekuatan proses yang diinginkan untuk menemukan data yang diminta dan kemudian semua record dikembalikan pada client.

3.      Transaction Server
-          Client meminta remote procedures yang terletak pada server dengan sebuah SQL database engine.
-          Remote procedures ini mengeksekusi sebuah grup dari SQL statement.
-          Hanya satu permintaan / jawaban yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi.

4.      Groupware Server
-          Dikenal sebagai Computer – supported cooperative working.
-          Manajemen semi – struktur informasi seperti teks, image, , bulletin boards dan aliaran kerja.
-          Data diatur sebagai dokumen.

5.      Object Application Server
-          Aplikasi client/server ditulis sebagai satu set objek komunikasi.
-          Client objects berkomunikasi dengan server objects melalui Object Request Broker (ORB).
-          Client meminta sebuah method pada remote object.

6.      Web Application Server
-          World Wide Web adalah aplikasi client server yang pertama yang digunakan untuk web.

Client dan servers berkomunikasi menggunakan RPC seperti protokol yang disebut HTTP.

Jaringan Komputer (IPv4)

IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP, yang menggunakan protokol IPv4. Panjang totalnya adalah 32-bit dan nilai maksimal dari alamat IPv4 tersebut adalah 255.255.255.255, dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung dalam IPv4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted – decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, diantaranya :

1.      Network Identifier (Network ID) atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error. Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.

2.      Host Identifier (Host ID) atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.

Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :
1.      Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one – to – one.

2.      Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one – to – everyone.

3.      Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one – to – many.

1.      Pembagian Kelas IPv4
Setiap host yang terhubung di jaringan internet memiliki alamat internet unik sebanyak 32 bit yang digunakan untuk berkomunikasi dengan semua host. Setiap alamat yang ada terdiri dari sepasang Network ID dan Host ID. Network ID mengidentifikasikan jaringan yang dipakai dan Host ID mengidentifikasikan host yang terhubung ke jaringan tersebut. Ada beberapa macam alamat berdasarkan kelas yang ada. IPv4 sendiri membaginya menjadi lima kelas IP address yaitu :


Kelas A
Menggunakan 7 bit alamat network dan 24 bit untuk alamat host. Dengan ini memungkinkan adanya 27-2 (126) jaringan dengan 224-2 (16777214) host, atau lebih dari 2 juta alamat.
Format                          : 0nnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhhh
Identifikasi                     : bit pertama 0
Panjang Network ID    : 8 bit
Panjang Host ID           : 24 bit
Byte pertama                : 0 – 127
Jumlah jaringan            : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP                       : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP                      : 16.777.214 alamat IP pada setiap kelas A


Kelas B
Menggunakan 14 bit alamat network dan 16 bit untuk alamat host. Dengan ini memungkinkan adanya 214-2 (16382) jaringan dengan 216-2 (65534) host, atau sekitar 1 juta alamat.
Format                          : 0nnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh
Identifikasi                     : 2 bit pertama 10
Panjang Network ID    : 16 bit
Panjang Host ID           : 16 bit
Byte pertama                : 128 – 191
Jumlah jaringan            : 16.384 kelas B
Range IP                       : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP                      : 65.532 alamat IP pada setiap kelas B


Kelas C
Menggunakan 21 bit alamat network dan 8 bit untuk alamat host. Dengan ini memungkin adanya 221-2 (2097150) jaringan dengan 28-2 (254) host, atau sekitar setengah juta alamat.
Format                          : 0nnnnnnn nnnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh
Identifikasi                     : 3 bit pertama bernilai 110
Panjang Network ID    : 24 bit
Panjang Host ID           : 8 bit
Byte pertama                : 192 – 223
Jumlah jaringan            : 2.097.152 kelas C
Range IP                       : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP                      : 254 alamat IP pada setiap kelas C


Kelas D
Alamat ini digunakan untuk multicast
Format                          : 1110mmmm mmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmmm
Identifikasi                     : 4 bit pertama bernilai 1110
Bit multicast                  : 28 bit
Byte Inisial                     : 224 – 247 bit
Deskripsi                       : Kelas D adalah ruang alamat multicast (RFC 1112)


Kelas E
Digunakan untuk selanjutnya.
Format                          : 1111rrrr rrrrrrrr rrrrrrrr rrrrrrrr
Identifikasi                     : 4 bit pertama 1111
Bit cadangan                : 28 bit
Byte inisial                     : 248 –255
Deskripsi                       : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluaan eksperimental

Dari macam – macam bentuk alamat IP, setiap kelas dapat diidentifikasi dari tiga bit tertinggi dengan dua bit menjadi pembeda tiga kelas utama. Kelas A digunakan untuk jaringan besar dengan 216 host terhubung kepadanya. Untuk kelas A, 7 bit untuk Network ID dan 24 bit untuk Host ID. Kelas B untuk jaringan berukuran sedang, dengan daya tampung antara 28 sampai 216 host. Kelas B mengalokasikan 14 bit untuk Network ID dan 16 bit untuk Host ID. Kelas C mampu menghubungkan kurang dari 28 host dengan mengalokasikan 21bit untuk Network ID dan hanya 8 bit untuk Host ID.

2.      Subnetting Pada Alamat IP Kelas C

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan cara binari yang relatif lambat dan dengan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah : Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host – Broadcast. Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya juga ditulis dengan 192.168.1.2/24. Hal ini berarti bahwa IP tersebut memiliki address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Ini terjadi dikarenakan, “/24” diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah :

11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Konsep inilah yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Dimana setiap pengalamatan subnet nya dapat dilihat dalam gambar di bawah ini.


Case of Subnetting :
Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa : 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti binari yang dapat ditemukan adalah

11111111 . 11111111 . 11111111 . 11000000 (255.255.255.192)
Penghitungan : Seperti sudah disebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, yaitu : Jumlah Subnet, Jumlah Host per subnet, Blok Subnet, Alamat Host dan Broadcast yang valid. Jadi kita dapat selesaikan dengan urutan seperti itu :
1.      Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2^2 = 4 subnet.

2.      Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6 – 2 = 62 host.

3.      Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

4.      Alamat host dan broadcast yang valid dapat ditemukan dengan membuat langsung tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.



Crimping Kabel UTP dengan RJ45

         1. Kabel Straight

Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Kabel straight ini digunakan untuk menghubungkan dua peralatan yang berbeda. Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar TIA/EIA 368A sebagai berikut :


Dimana contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
1.        Menghubungkan antara computer dengan switch.
2.        Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL.
3.        Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL.
4.        Menghubungkan switch ke router.
5.        Menghubungkan hub ke router.

          2. Kabel Cross – Over
Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalahsusunan standar kabel cross over.


Dimana contoh penggunaan kabel cross – over adalah sebagai berikut :
1.        Menghubungkan dua komputer secara langsung.
2.        Menghubungkan dua buah switch.
3.        Menghubungkan dua buah hub.
4.        Menghubungkan switch dengan hub.
5.        Menghubungkan komputer dengan router

Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross - over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.


 

© 2013 Zona 27. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top